Hikayat Prang Sabi

Hikayat Prang Sabi adalah suatu karya sastra dalam sastra Aceh yang berbentuk hikayat yang isinya membicarakan tentang jihad baik naskah tersebut berjudul Hikayat Prang Sabi ataupun tidak.

Jenis

Hikayat Prang Sabi terdiri dari dua genre, yaitu genre tambeh (Ar. tambih, peringatan, nasihat) dan genre epos.

Hikayat Prang Sabi jenis ”tambeh” kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan dan seruan untuk terjun ke medan jihaad fii sabilillaah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir dan meraih imbalan pahala yang besar.

Hikayat Prang Sabi jenis tambeh terawal berjudul Haadzihi Qishshah Nafsiyyah (Cod. Or. 8667, UBL) berupa saduran dari risalah Syaikh Abdus Samad al-Falimbani berjudul Nashihatul Muslimin (merupakan naratif induk bagi teks genre tambeh). Saduran tersebut ditulis pada tahun 1834 hampir 40 tahun sebelum Perang Aceh pecah, sedangkan karya pertama yang berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas permintaan ‘cut abang’-nya (kakandanya). Mungkin sekali orang itu adalah Teungku Chik di Tiro karena pada tahun 1881 mujahid ini diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan Hikayat Prang Sabi jenis epos melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Dilukiskan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang hingga tewas sebagai syuhada. Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dinukilkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898) dan lain-lain.

 

Sumber

* Abdullah, Teuku Imran. 2008. Hikayat Prang Sabi: Satu Bentuk Karya Sastra Perlawanan.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta (http://lib.ugm.ac.id/digitasi/upload/2577_pp110600018.pdf)

 

Bacaan lebih lanjut

* Alfian, T. Ibrahim. 1992. Sastra Perang : sebuah pembicaraan mengenai Hikayat Perang Sabil. Jakarta: Balai Pustaka (http://acehbooks.org/pdf/ACEH_03186.pdf)
* Anonymous. Naskah Hikayat Prang Sabi (http://acehbooks.org/pdf/ACEH_00304.pdf)
* Hasjmy, Ali. 1977. Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda. Jakarta: Bulan Bintang (http://www.acehbooks.org/pdf/ACEH_02062.pdf)
* Pante Kulu, Teungku Chik. 1946. Hikayat Prang Sabi. Banda Aceh: Abdullah Arif (http://acehbooks.org/pdf/ACEH_03452.pdf)
* Zainuddin, H. M. 1960. Hikajat Prang Sabil. Medan: Pustaka Iskandar Muda (http://acehbooks.org/pdf/ACEH_03193.pdf)

Teungku Chik Pante Kulu

Teungku Chik Haji Muhammad Pante Kulu, dilahirkan dalam tahun 1251 H (1836 M) di desa Pante Kulu, Kemukiman Titeue, Kecamatan Kemalawati, Kabupaten Pidie, dalam suatu keluarga ulama yang ada hubungan kerabat dengan kelompok ulama Tiro.

Setelah belajar al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama Islam dalam bahasa Jawi (Melayu), pemuda Muhammad melanjutkan pelajarannya pada “Dayah Tiro” yang dipimpin oleh Teungku Haji Chik Muhammad Amin Dayah Cut, seorang tokoh Ulama Tiro yang baru pulang dari menunaikan ibadat haji di Mekkah, dan sangat besar pengaruhnya di Aceh.

Setelah belajar beberapa tahun di “Dayah Tiro” sehingga mahir bahasa Arab dan menamatkan beberapa macam kitab ilmu pengetahuan, maka dengan izin gurunya Teungku Haji Chik Muhammad Amin, pemuda Muhammad yang telah bergelar Teungku di Rangkang (kalau istilah sekarang : Asisten Dosen) melanjutkan studinya ke Mekkah sambil menunaikan rukun Islam kelima ibadat haji. Di Mekkah beliau memperdalam ilmu agama Islam dan ilmu-ilmu lainnya, seperti sejarah, logika, falsafah, sastra dan sebagainya. Di samping belajar, beliau mengadakan hubungan dengan pemimpin-pemimpin gerakan Wahabi yang sedang menghangat juga dengan pemimpin-pemimpin Islam yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Suku Bante/Mante, Penduduk Asli Aceh

Penduduk asli Aceh Besar dan sekitarnya adalah suku Bante/Mante. Para ahli berpendapat bahwa mereka sebangsa dengan Orang Asli di Malaysia. (1)

Telah diketahui bahwa Orang Asli di Malaysia telah bermigrasi setidaknya sejak 6.000 tahun yang lalu. (2)

Orang Asli ini termasuk dalam bangsa Mon-Khmer. Dan telah terbukti sekarang bahwa banyak kata-kata bahasa Aceh yang termasuk dalam rumpun bahasa Mon-Khmer. (3)

Ada yang mengatakan bahwa suku Bante itu adalah suku Gayo. Pernyataan ini jelas-jelas tertolak karena menurut wawancara saya dengan Teuku Anwar Amir (silakan cari di FB), beliau diceritakan oleh Abu Dahlan Tanoh Abee mengenai ciri-ciri suku Bante, yaitu:
- Berkulit coklat tua
- Tubuh pendek sekitar 150-an cm
- Memakai gelang di leher, anting pemberat di telinga, penusuk bibir.
- Perut buncit (bahasa Aceh: pruët bu’èng)
- Tidak mengenal pakaian lengkap
- Ada lagi yang saya lupa

1) Aceh Sepanjang Abad, Mohammad Said
2) Aslian: Mon-Khmer of the Malay Peninsula, James A. Matisoff
3) Dating the separation of Acehnese and Chamic by etymological analysis of the Aceh-Chamic lexicon, Paul Sidwell

Bahasa-bahasa di Pulau Simeulue

Tulisan ini adalah hasil “penelitian” yang saya lakukan selama lebih kurang 17 hari di desa Langi, kecamatan Alafan dan 3 hari di Sinabang. Penelitian ini saya lakukan ketika mengikuti bakti sosial tsunami yang diadakan oleh Pemerintah Mahasiswa (PeMa) Universitas Syiah Kuala yaitu GeMPA (Gerakan Mahasiswa Peduli Aceh). Kegiatan ini merupakan kegiatan tingkat nasional yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa baik dari Aceh maupun dari luar Aceh. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Agustus 2005. Sebelumnya ketika di Banda Aceh, saya sudah sempat mewawancarai beberapa teman saya dari Simeulue.

Narasumber utama saya adalah JAMAL MIRDAD. Sekitar 80 % data berasal dari Jamal Mirdad. Sedangkan sisanya saya peroleh dari teman-teman saya Firmansyah dari Labuhan Bajau, Alimansyah dari Sèfoyan, Dedi Sartana dan Syahniwar dari Sigulai. Firmansyah, Alimansyah dan Dedi Sartana adalah penutur asli bahasa Devayan walaupun salah seorang di antara mereka mengaku kurang lancar berbahasa Devayan. Sedangkan Syahniwar adalah penutur asli bahasa Sigulai.

Saya tidak menjamin keseluruhan isi tulisan ini benar 100 % karena barangkali terdapat salah dengar dan sebagainya. Juga mengingat narasumber saya yang utama bukan orang tua yang tentunya setidaknya masih lebih terjaga keasliannya. Narasumber utama saya yaitu Jamal Mirdad yang saat itu masih duduk sebagai murid SMP.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Palestina

Jangan HANYA baca MEDIA BARAT, dapatkan langsung berita mengenai PALESTINA langsung dari sumber TERPERCAYA. Kunjungi:

* Info Palestina
* Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina
* Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

* Eramuslim
* Hizbut Tahrir Indonesia
* Swaramuslim
* Hidayatullah
* Majalah Islam Sabili

* IslamOnline.Com
* IslamOnline.Net
* Al-Jazeera TV in English

* Inminds

Hamas Bantu Tsunami Aceh

Saya tidak tahu apakah fakta ini sudah pernah dimuat di media atau belum. Tetapi, inilah sebuah fakta yang saya sendiri sebagai orang Aceh juga baru mengetahuinya.

Saya mengetahuinya ketika mengikuti aksi unjuk rasa menentang penyerangan Israel ke Gaza beberapa waktu yang lalu. Aksi ini dilakukan oleh PKS Aceh juga disertai HUDA (Himpunan Ulama Dayah Aceh) di depan Masjid Raya Baiturrahman pada hari jum’at (udah lupa tanggalnya ;-) ).

Anggota DPR Aceh dari PKS, Makhyaruddin mengatakan bahwa Ketua Biro Politik Hamas di Suriah, telah mengirim surat tanda duka cita kepada masyarakat Aceh dan turut menyerahkan bantuan US$ 100.000 !!!

Sebuah fakta yang cukup mengejutkan yang saya pikir akan memberi pencerahan bagi orang-orang yang membenci aksi-aksi unjuk rasa umat Islam di Indonesia mendukung Palestina.

Nasyid Arab

Burdah oleh Mesut Kurtis

Dari: YouTube

Ramadan oleh Misyari Al-Aradah

Dari: YouTube

Assalaamu ‘alayk oleh Abdussalam Al-Husni

Dari: YouTube

Anak-anak Belajar Al-Qur’an

Ismail dari Turki

Dari: YouTube

Dari: YouTube

Dari YouTube

Nasyid Bosnia

Anda perlu mendengar nasyid (bahasa Bosnia: ilahija – baca: ilahiya) Bosnia ini. Sangat bagus, dibawakan oleh Hor Rejjan dalam albumnya Ya Resulallah. Kunjungi rejjan.com

Ja Resulallah

Baca tulisan ini lebih lanjut

Nasyid Bagus

Karena ini menjelang hari raya, ini ada satu nasyid yang sangat bagus dari Sami Yusuf. Judulnya Eid Song. Video klip dibuat di Bosnia. WAJIB NONTON! :)

 

 
Tau apa yang dibilang? :) Kalo gak tau ni…

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.